Tampilkan postingan dengan label narelle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label narelle. Tampilkan semua postingan

“ Hujan di Kaltara Bukan Karena Badai Tropis Narelle”


“ Hujan di Kaltara Bukan Karena Badai Tropis Narelle”

Oleh : Bony S.P (Meteorologist BMKG Balikpapan)
*Artikel dikirim ke kolom Tribunners TRIBUN KALTIM

  Masih Hangat diingatan kita bahwa beberapa hari terkahir ini berbagai media massa baik elektronik maupun media cetak selalu mengangkat berita tentang cuaca buruk berupa hujan, angin kencang dan gelombang laut tinggi sebagai akibat Badai Tropis Narelle yang tumbuh di perairan selatan Jawa-Bali.

         Namun tidak semua daerah di Indonesia yang mengalami hujan beberapa hari disebabkan karena munculnya badai Tropis Narelle tersebut. Salah satu contohnya adalah Kota kota di Kaltim bagian utara (Sekarang Kaltara).

         Menurut Data beberapa Stasiun Meteorologi yang berada di bawah koordinasi BMKG Balikpapan selaku koordinator di Propinsi Kaltim dan Kaltara, Mulai dari tanggal 10 Januari 2013 beberapa daerah di Kaltim bagian utara (Kaltara) mengalami hujan hampir setiap hari mulai dari Intensitas ringan hingga sedang.

         Stasiun Meteorologi Tarakan mencatat Curah hujan tertinggi pada tanggal 13 Januari 2013 sebesar 67,5mm (Intesitas Lebat), Stasiun Meteorologi Tanjung Redeb mencatat curah hujan tertinggi pada tanggal 10 dan 13 Januari 2013 masing-masing sebesar 19,5mm (Intensitas Sedang), Stasiun Meteorologi Tanjung Selor mencatat curah hujan tertinggi pada tanggal 11 Januari sebesar 46mm (Intensitas Sedang-lebat), Stasiun Meteorologi Nunukan Selor mencatat curah hujan tertinggi pada tanggal 13 Januari 2013 sebesar 9,6mm (Intensitas Ringan), Stasiun Meteorologi Long Bawan mencatat curah hujan tertinggi pada tanggal 11 Januari 2013 sebesar 47,5mm (Intensitas Sedang-lebat).


         Hal ini terjadi bukan karena pengaruh Badai Tropis Narelle di Perairan selatan Jawa-Bali, Melainkan di akibatkan karena munculnya daerah Tekanan Rendah (Low Pressure Area) di perairan sebelah Selatan Filipina (laut Celebes). Hal ini menyebabkan pola Angin 3000feet di sekitar propinsi Kaltara membentuk pola Shearline (Belokan angin). Belokan angin yang muncul ini merupakan salah satu gangguan cuaca yang semakin memicu pertumbuhan awan-awan hujan (awan konvektif) di wilayah Kaltara, selain karena Faktor Pemanasan lokal.

         Karena daerah tekanan rendah (Low Pressure Area) tersebut bertahan hingga beberapa hari, akhirnya menyebabkan pola belokan angin (Shearline) di daerah Kaltara bertahan hingga beberapa hari juga, maka daerah di sekitar Kaltara pun mulai dari tanggal 10 januari 2013 terjadi hujan hampir setiap hari.

         Masih hangatnya Suhu Permukaan laut di Perairan sekitar Kaltara dan perairan sekitar Filipina juga membuat masih seringnya daerah tekanan rendah Muncul di sekitar Perairan Filipina. Tekanan rendah yang Muncul ini yang secara tidak langsung akan mempengaruhi pola angin 3000 feet yang dapat memicu pertumbuhan awan-awan hujan di sekitar Kaltara. Sehingga dalam beberapa hari belakangan ini dan beberapa hari kedepan wilayah Kaltara masih sering diguyur hujan.

         Bersyukurlah karena kondisi cuaca di Kaltara yang terjadi akibat kemunculan daerah Tekanan Rendah ini tidak se-ekstrim kondisi cuaca yang terjadi di daerah selatan khatulistiwa (Jawa,Bali,Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, KalSel) akibat Badai Tropis Narelle. Walau begitu, masyarakat beserta pemerintah daerah di wilayah Kaltara diharapkan selalu meningkatkan peran serta untuk menjaga kelestarian alam, kebersihan lingkungan dan sistem drainase agar apabila terjadi hujan, maka tidak menimbulkan genangan yang bisa meyebabkan banjir.       

“Badai Tropis Narelle Muncul, Kok Suhu Balikpapan Sempat Panas Sekali ?”


 “Badai Tropis Narelle Muncul, Kok Suhu Balikpapan Sempat Panas Sekali ?”

Oleh: Bony S.P( Meteorologist BMKG Balikpapan)



      Beberapa hari terakhir ini, di berbagai media massa, baik media elektronik maupun media cetak  selalu menyajikan berita tentang badai Tropis Narelle yang terjadi di selatan jawa-Bali serta dampak buruk nya terhadap beberapa daerah di Indonesia. Dampak nya bisa mulai dari hujan deras, angin kencang hingga gelombang laut yang begitu tinggi. Daerah – daerah yg kena Dampak tersebut muali dari Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara,Sulawesi Selatan hingga Kalimantan selatan dan Tengah.

      Terus untuk Balikpapan apa ada dampaknya????

      Pada saat saya jogging sore hari tanggal 8 januari 2013, saya merasakan suhu udara di Balikpapan saat itu begitu panas dan saya rasa ini tidak seperti biasanya saat hari-hari / mingu-minggu sebelumnya di bulan Januari ini. Selain itu, beberapa orang yang saya temui  sempat berkata kata kira-kira begini: “Kok Suhu Balikpapan Panas Sekali ?”


      Selama 3 hari setelah tanggal 8 januari 2013, suhu udara maksimum harian balikpapan yang tercatat di BMKG Balikpapan berada pada angka >33C. Suhu maksimum tertinggi tercatat pada tanggal 8 januari 2013 sebesar 34,5C. Padahal di minggu minggu sebelumnya suhu maksimum harian hanya berkisar antara 30- 32C. itupun untuk suhu maksimum 32 C pada minggu-minggu sebelumnya, hanya terjadi pada 2 hari saja yaitu tanggal 6 dan 7 Januari 2013.

      Apakah suhu udara tanggal 8 januari tersebut tergolong ekstrim?? Jawabannya iya. Karena berdasarkan data normal suhu maksimum Januari balikpapan selama 30 tahun mulai dari tahun 1981 – 2010, normal suhu maksimum Balikpapan pada bulan Januari adalah 30,9C. Perbedaan suhu maksimun tanggal 8 januari 2013 dengan nilai Normal Bulan Januari adalah sebesar 3,6 C (34,5C – 30,9C). 

      Disaat Daerah lain mengalami cuaca buruk akibat badai tropis Narelle berupa hujan lebat, dan angin kencang, Justru di Balikpapan selama 3 hari mulai dari tanggal 8 Januari 2013 mengalami suhu maksimum harian yang tinggi, hujan pun yang terjadi diatas tanggal 8 januari tersebut hanya terjadi 1 hari. Sedangkan untuk Bulan januari ini baru tercatat 4 hari hujan dan hujan-hujan tersebut masih tergolong hujan ringan.

      Sebetulnya badai tropis Narelle masih mempengaruhi kondisi balikpapan. Pengaruhnya adalah kecepatan angin untuk level di atas 3000feet( 900meter) bisa dikatakan cukup kencang yaitu diatas 20knot(40Km/jam). Hal ini yang merupakan salah 1 faktor yang menghambat pertumbuhan awan-awan hujan di Balikpapan. Karena saat awan awan mulai tumbuh di atas daratan pada siang hari, maka perkembangan awan konvektif penyebab hujan tersebut akan terhambat dan hilang  karena di “buyarkan” oleh kencangnya angin diatas level 3000 feet(900m).

      Karena Minimnya awan2 konvektif yg tebal tersebut yang juga turut andil sehingga suhu maksimum di balikpapan pada tanggal tanggal tersebut menjadi tinggi. Karena Salah satu yang mempengaruhi tinggi rendahnya nilai dari suhu udara adalah banyak sedikitnya awan awan tebal. Saat awan awan tebal banyak muncul di atas daratan pada siang hari maka hal tersebut dapat meghalangi sinar matahari yang menuju ke daratan sehingga suhu udara pun jadi turun, begitu juga sebaliknya saat awan awan tebal sedikit muncul di atas daratan pada siang hari, maka sedikit juga halangan sinar matahari menuju daratan.

      Akhir kata, Bersyukurlah bahwa badai tropis Narelle yang berada di Samudera Hindia selatan jawa- bali tidak terlalu menimbulkan dampak buruk ke kota tercinta kita Balikpapan seperti Hujan Lebat, dan angin kencang seperti yang terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia.  Namun tetap waspada dengan perubahan cuaca yang bisa berubah begitu cepat, dan tentu saja tetap pantau prakiraan cuaca Balikpapan dari web BMKG maupun dari Media Cetak dan Media elektronik yang juga bersumber dari BMKG.